Kalau membahas tentang sistem kekebalan tubuh, jarang yang mengarah ke fungsi organ hati atau limpa, mungkin yang langsung terlintas di pikiran adalah sel darah putih atau antibodi. Padahal, organ-organ tersebut memainkan peran penting dalam merangsang produksi sel imun.
Baca Juga: Diet Makan Sayuran Tanpa Nasi: Solusi Sehat dan Alami
Lalu, bagaimana cara kerja kelompok organ tersebut dalam sistem imun tubuh? Temukan penjelasannya di sini!
Fungsi Organ Hati dalam Sistem Imun

Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa hati adalah organ tubuh yang terlibat langsung dalam pengembangan toleransi imun. Fungsinya juga berkaitan dengan kekuatan respons imun adaptif, seperti:
1. Filter Alami Tubuh dari Racun
Hati adalah organ penting yang bertindak sebagai filter alami. Darah yang berasal dari sistem pencernaan akan melewati hati terlebih dahulu sebelum beredar ke seluruh tubuh. Pada tahap ini, racun, bakteri, dan zat berbahaya lainnya akan disaring.
Selanjutnya, sel imun khusus yang terdapat di hati, yaitu Sel Kupffer, menghancurkan zat-zat berbahaya tersebut. Dengan begitu, darah yang keluar dari hati sudah dalam kondisi lebih bersih dan aman bagi tubuh.
2. Penghasil Protein Kekebalan
Fungsi organ hati lainnya yang tak kalah penting adalah sebagai penghasil protein imun (yang dikenal juga sebagai protein komplemen atau protein serum). Protein komplemen berfungsi membantu sistem imun mengenali serta menyerang mikroba berbahaya.
Baca Juga: Sistem Imun Bermasalah: Kapan Waktu yang Tepat Berkonsultasi?
Tidak hanya itu, protein ini juga mendukung transportasi nutrisi, menjaga tekanan osmotik dalam darah, dan berperan sebagai prekursor mediator imun bawaan. Salah satu jenis protein komplemen yang paling banyak diproduksi di hati adalah mannose-binding lectin (MBL), yang mampu mengaktifkan respon imun secara cepat.
3. Regulasi Sel T
Hati juga memiliki kemampuan untuk meregulasi aktivitas sel T, yaitu sel imun yang bertugas menyerang sel terinfeksi atau abnormal. Kenapa sel T harus diregulasi? Pasalnya, jika sel T bekerja terlalu berlebihan, sistem imun justru bisa menyerang jaringan tubuh sendiri dan memicu penyakit autoimun.
4. Menoleransi Zat Tidak Berbahaya
Menariknya, organ hatimu juga mampu membedakan mana zat yang berbahaya dan mana yang tidak. Nutrisi dan bakteri baik dari usus, misalnya, tetap ditoleransi agar tidak memicu reaksi imun yang berlebihan. Mekanisme toleransi ini penting banget untuk menjaga tubuhmu tetap stabil, sekaligus menghindari reaksi imun yang tidak diperlukan.
5. Mendeteksi Sinyal Inflamasi
Maksudnya, ketika tubuhmu mendeteksi adanya patogen, sitokin akan diproduksi dan ditangkap oleh sel hati (hepatosit). Dari sini, hati memicu respons fase akut, yaitu kondisi di mana pertahanan tubuh di-upgrade untuk melawan ancaman dengan lebih cepat dan efektif.
Peran Limpa dalam Sistem Pertahanan Tubuh

Kalau tadi kamu sudah tahu betapa pentingnya fungsi organ hati dalam menjaga sistem imun, sekarang saatnya kita beralih ke “partner”-nya, yaitu limpa. Limpa adalah organ kecil dan lunak (beratya sekitar 200 gram) yang letaknya di dalam tulang rusuk kiri. Beberapa fungsi penting organ ini adalah:
Baca Juga: Cara Menurunkan Berat Badan dalam Waktu 3 Hari
1. Penyaring Darah Masif
Limpa bekerja layaknya pusat kontrol kualitas darah. Setiap sel darah merah yang masuk akan diperiksa kondisinya. Jika masih sehat, sel darah merah itu dibiarkan beredar ke seluruh tubuh.
Sebaliknya, kalau ada yang sudah tua, rusak, atau bentuknya tidak normal, maka limpa akan menyingkirkannya. Sel darah putih besar (makrofag) kemudian akan menghancurkan sel-sel yang sudah tidak berfungsi tersebut.
2. Menyimpan Cadangan Darah
Selain sebagai filter, limpa juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan darah cadangan. Dalam kondisi tertentu, misalnya saat tubuh mengalami cedera traumatis akibat kecelakaan dan kemudian mengalami pendarahan, limpa dapat melepaskan simpanan darah ini ke sirkulasi.
3. Mengoordinasikan Respon Imun
Dalam hal ini, limpa memantau dan merespons ancaman yang dibawa melalui aliran darah. Jika ada patogen terdeteksi, organ ini akan mengaktifkan limfosit, sejenis sel darah putih yang menghasilkan antibodi (protein khusus yang mampu menghancurkan atau melemahkan virus, bakteri, dan organisme lain yang dapat menyebabkan infeksi).
Sistem Limfatik, Jalur Penting Imun Tubuh

Setelah memahami fungsi organ hati dan limpa dalam menjaga daya tahan tubuh, mari beralih ke peran sistem limfatik. Sistem limfatik adalah jaringan yang terdiri dari kelenjar getah bening, pembuluh limfa, dan cairan limfa. Bagian-bagian tersebut bekerja untuk menjalankan beberapa fungsi berikut:
Baca Juga: Manfaat Olahraga Rutin 30 Menit Sehari Bagi Sistem Imun
1. Mengontrol Kadar Cairan Tubuh
Salah satu peran utama dari sistem limfatik adalah mengumpulkan kelebihan cairan dari jaringan tubuh. Cairan ini kemudian dibawa melalui pembuluh limfatik dan disaring oleh kelenjar getah bening sebelum akhirnya dialirkan kembali ke aliran darah.
Proses ini sangat penting untuk mencegah penumpukan cairan yang bisa menyebabkan pembengkakan atau edema. Jika terjadi masalah pada kelenjar atau saluran limfatik, kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan pun bisa terganggu.
2. Menyerap Vitamin dan Lemak dari Sistem Pencernaan
Sebagian cairan yang membentuk cairan limfa dalam tubuh kamu itu berasal dari usus, dan cairan tersebut mengandung lemak, vitamin, dan protein yang penting bagi kesehatanmu. Nutrisi ini kemudian diangkut dalam bentuk cairan yang disebut chyle, berwarna putih susu karena kaya akan lemak.
Setelah masuk ke aliran darah, pembuluh limfa (salah satu bagian dari sistem limfatik) akan mengedarkan nutrisi tersebut ke seluruh tubuh untuk mendukung berbagai fungsi vital.
3. Melindungi Sistem Imun
Selain memiliki cairan limfa yang bertugas melawan patogen, terdapat juga organ lainnya dalam sistem limfatik yang penting untuk menjaga sistem kekebalan. Pertama, ada timus, suatu kelenjar yang mampu memproduksi sel T (sejenis sel darah putih).
Baca Juga: Makan Siomay Saat Diet: Aman, Sehat, atau Malah Mengganggu Progres?
Produksi sel T ini dipengaruhi oleh hormon yang disekresikan oleh timus, yang dikenal sebagai timosin. Kedua, ada amandel yang berfungsi menangkap virus dan bakteri yang masuk melalui mulut atau hidung.
Cara Mendukung Fungsi Organ Hati, Limpa, dan Sistem Limfatik untuk Tingkatkan Sistem Imun

Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu terapkan jika ingin fungsi organ limpa, hati, maupun sistem limfatik tetap sehat dan bekerja sebagaimana mestinya:
- Perbanyak minum air putih untuk mencegah penumpukan racun di organ hati sekaligus penyumbatan sistem limfatik.
- Dukung fungsi organ hati dengan mengonsumsi sayuran hijau, buah kaya antioksidan, ikan berlemak sehat (salmon atau sarden), biji-bijian, serta rempah alami seperti bawang putih dan kunyit.
- Bergerak aktif dan berolahraga, karena berbeda dengan darah yang dipompa oleh jantung, sistem limfatik sangat bergantung pada aktivitas fisik untuk mengalirkan getah bening. Selain dapat merangsang aliran getah bening, aktivitas fisik dan olahraga juga bisa mencegah penumpukan lemak di hati.
- Jangan terlalu sering memakai pakaian ketat, sebab banyak kelenjar getah bening yang letaknya di dekat permukaan kulit, terutama di area leher, dada, perut, panggul, selangkangan dan ketiak.
- Mandi kontras dengan bergantian menggunakan air panas (melebarkan pembuluh) dan dingin (menyempitkan pembuluh) untuk memompa cairan limfa.
- Pijat drainase limfatik untuk membantu mengurangi rasa sakit akibat bengkak, memecah penyumbatan limpa, da membantu membersihkan racun serta limbah di dalam tubuh.
Kesimpulannya, menjaga fungsi organ hati, limpa, maupun sistem limfatik itu penting untuk daya tahan tubuh jangka panjang. Kalau kamu ingin tahu lebih dalam tentang cara menjaga kesehatan tubuh lewat pola makan dan gaya hidup yang tepat, kamu bisa langsung konsultasi dengan Lulu.
Cukup chat via WhatsApp ke 0851-6567-0200, kamu bisa mendapatkan panduan diet sehat dan tips kecantikan yang sudah teruji aman dilakukan profesional.



