Sistem imun bisa dibilang sebagai tameng yang melindungi tubuh kamu dari serangan bakteri maupun virus yang menyebabkan infeksi. Tapi, kalau sistem imun bermasalah, entah itu terlalu lemah atau terlalu aktif, justru bisa membuatmu lebih gampang jatuh sakit.
Baca Juga: Efek Stres pada Tubuh: Langkah Mudah Pulihkan Imun
Kondisi ini dikenal dengan istilah imunodefisiensi alias gangguan pada sistem imun. Walaupun tidak selalu berakibat fatal, kamu tetap perlu berkonsultasi dan mendapatkan penanganan yang tepat biar kualitas hidupmu tidak terganggu.
Apa Penyebab Sistem Imun Bermasalah?

Ternyata, faktor yang menyebabkan sistem kekebalan bermasalah cukup beragam, mari kita bahas satu per satu:
1. Kelainan Genetik Sejak Lahir
Ada sebagian orang yang memang terlahir dengan kelainan pada sistem imunnya, meskipun kasus ini jarang terjadi. Kondisi ini disebut imunodefisiensi primer, yaitu ketika tubuh sudah mengalami disfungsi pada satu atau lebih jenis sel imun sejak lahir, entah itu IgA, IgE, IgG, atau IgM.
Jenis imunodefisiensi primer yang paling umum terjadi adalah defisiensi IgA selektif yang membuat tubuh kesulitan melawan infeksi pada saluran pernapasan dan pencernaan. Ada juga agammaglobulinemia terkait kromosom X, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan tubuh hampir tidak bisa memproduksi antibodi.
2. Konsumsi Obat-Obatan Tertentu
Penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa melemahkan sistem kekebalan, lho. Obat golongan imunosupresan, contohnya, sering diresepkan untuk orang dengan penyakit autoimun, orang yang menjalani transplantasi organ, atau kemoterapi. Obat-obatan ini memang bermanfaat untuk mengendalikan kondisi medis tertentu, tapi di sisi lain bisa menekan kerja sel imun.
Baca Juga: Diet Makan Sayuran Tanpa Nasi: Solusi Sehat dan Alami
3. Faktor Gaya Hidup
Pola makan yang tidak sehat, misalnya terlalu sering makan makanan cepat saji, bisa membuat nutrisi penting untuk sistem imun jadi tidak tercukupi. Terlebih lagi kalau punya kebiasaan merokok, justru membuat sel darah putih terus dalam posisi defensif karena harus melawan efek kerusakan dari asap rokok.
Malas olahraga dan pola tidur berantakan juga turut andil dalam memperburuk sistem kekebalan. Jadi, kalau kamu merasa sistem imun bermasalah, coba evaluasi lagi deh gaya hidup sehari-harimu.
Gejala Awal Saat Sistem Imun Bermasalah

Setelah tahu penyebabnya, sekarang penting juga buat kamu mengenali tanda-tanda awal ketika sistem kekebalan tubuh terganggu:
1. Mata Sering Terasa Kering
Mata yang terasa kering, gatal, atau seperti ada pasirnya bisa jadi sinyal kalau sistem imunmu sedang tidak baik-baik saja. Pada kondisi autoimun, terutama seperti sindrom Sjögren, sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar lakrimal (air mata) secara langsung.
2. Muncul Ruam di Kulit
Selain mata, kulit juga bisa menjadi target serangan ketika sistem imun bermasalah. Soalnya, sistem imun salah mengira jaringan sehat sebagai musuh, yang pada akhirnya menimbulkan ruam di permukaan kulit. Pada kulit gelap, ruam biasanya tampak keunguan atau kecokelatan, sedangkan pada kulit yang lebih terang biasanya tampak merah muda atau merah terang.
Baca Juga: Menu Diet Cutting: Panduan Praktis untuk Tubuh Ideal Lebih Cepat
3. Mudah Merasa Lelah
Sering merasa capek dan pegal-pegal juga bisa jadi pertanda bahwa ada yang salah dengan sistem kekebalan tubuhmu. Bahkan, rasa capek itu datang terus-menerus dan tidur saja kemungkinan besar tidak akan membantu.
4. Masalah Pencernaan
Gejala lain dari imunodefisiensi adalah gangguan pencernaan, biasanya berupa diare atau sembelit. Jika kamu mengalami diare lebih dari dua minggu, bisa jadi itu tanda sistem imun menyerang lapisan usus halus. Dan jika yang kamu alami adalah sembelit (feses sangat keras atau berbentuk butiran kecil), itu bisa terjadi karena sistem imun memperlambat kerja usus.
5. Demam Berulang
Demam merupakan tanda awal kalau sistem kekebalan tubuh kamu sedang bekerja melawan infeksi, baik dari bakteri maupun virus. Biasanya, demam akan mereda dalam beberapa hari hingga maksimal 1 minggu. Tapi, kalau demamnya sampai berminggu-minggu, atau datang dan pergi secara berulang, bisa jadi itu sinyal adanya imunodefisiensi.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Berkonsultasi ke Profesional?

Berikut beberapa kondisi imunodefisiensi yang sebaiknya membuat kamu tidak menunda lagi untuk konsultasi ke ahlinya:
1. Infeksi Parah yang Tidak Kunjung Sembuh
Kalau kamu sering terkena infeksi, misalnya flu, radang tenggorokan, atau infeksi kulit, tapi butuh waktu lama untuk sembuh bahkan setelah minum obat, ini bisa jadi tanda pertahanan tubuhmu sedang lemah. Infeksi tidak kunjung membaik dalam waktu wajar sebaiknya langsung diperiksa ke dokter agar tahu penyebab pastinya.
Baca Juga: Cara Mempercepat Metabolisme Tubuh agar Kurus
2. Gejalanya Sering Mengganggu Aktivitas Harian
Kamu perlu waspada kalau gejala yang kamu alami sudah mulai mengganggu rutinitas sehari-hari. Misalnya, sering cepat lelah atau masalah pencernaan yang membuat kamu harus bolak-balik kamar mandi dan akhirnya bikin kamu sulit menyelesaikan tugas kantor.
3. Perubahan Berat Badan yang Tidak Wajar
Perhatikan juga jika berat badanmu berubah drastis tanpa alasan yang jelas. Misalnya, angka di timbangan naik, padahal pola makan dan olahraga kamu tidak ada yang berubah, atau bisa juga berat badan turun tanpa sebab yang pasti. Kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh kerusakan pada kelenjar tiroid akibat imunodefisiensi.
Dukungan Medis untuk Masalah Imunitas

Ada beberapa bentuk dukungan medis yang umumnya diberikan pada orang dengan sistem imun bermasalah, di antaranya:
1. Tes Darah
Tujuannya adalah untuk memeriksa apakah kadar protein pelawan infeksi (imunoglobulin) dalam darah kamu berada dalam batas normal atau tidak. Selain itu, dokter juga akan mengukur jumlah sel darah dan sel kekebalan. Jika hasilnya menunjukkan ada jumlah sel tertentu yang berada di luar kisaran standar, hal ini bisa jadi indikasi adanya gangguan pada sistem imun.
2. Mengelola Infeksi dengan Pengobatan Antibiotik
Jika infeksi sudah terjadi, dokter biasanya akan memberikan antibiotik. Bedanya, pengobatan infeksi pada orang dengan sistem imun bermasalah bisa lebih agresif dan dalam jangka waktu lebih lama dibanding biasanya.
Baca Juga: 6 Makanan Peningkat Imunitas Tubuh agar Tidak Mudah Sakit
3. Terapi Immunoglobulin
Imunoglobulin adalah protein antibodi yang berperan penting dalam melawan infeksi. Terapi ini bisa diberikan melalui infus intravena (IV) atau dengan cara infus subkutan di bawah kulit. Biasanya, perawatan ini harus dilakukan secara rutin, misalnya setiap beberapa minggu sekali untuk IV atau 1 – 2 kali seminggu untuk infus subkutan.
4. Terapi Gen
Untuk kasus tertentu, terutama orang dengan imunodefisiensi primer, pengobatan medis dilakukan melalui terapi gen. Prosesnya melibatkan pengambilan sel punca dari tubuh pasien, kemudian memperbaiki atau mengoreksi gen yang bermasalah.
Sel punca yang sudah dikoreksi lalu dikembalikan lagi ke tubuh pasien melalui infus intravena. Dengan metode ini, pasien tidak perlu mencari donor sel punca yang cocok karena sel tubuhnya sendiri yang digunakan.
Hal Penting yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum Sesi Konsultasi
Biar sesi konsultasi berjalan efektif, ada baiknya kamu menyiapkan beberapa hal ini:
- Catat gejala yang kamu alami serta kapan gejala tersebut mulai muncul.
- Kalau dalam beberapa bulan terakhir kamu mengonsumsi obat tertentu, buatlah daftar lengkapnya.
- Tulis beberapa pertanyaan penting, seperti “Apa penyebab paling mungkin dari gejala ini?” “Perawatan mana yang paling cocok?” dan “Apakah ada pembatasan aktivitas selama menjalani perawatan?”
Kini, kamu sudah tahu kan kalau sistem imun bermasalah dampaknya bisa terasa ke berbagai aspek kehidupan. Jadi, penting untuk sesegera mungkin memperbaiki pola makan, lebih aktif bergerak, dan konsumsi suplemen bila perlu agar sistem imun bekerja lebih optimal.
Kalau kamu takut gagal dan butuh dukungan konsultasi dari profesional, jangan ragu untuk chat Whatsapp 0851-6567-0200. Lebih simpel, personal, dan fleksibel, bukan?



